Apa Itu Saham?

Agar penjelasannya bisa anda mengerti secara sederhana, penulis coba memberikan contoh analoginya.

Misalkan anda memiliki rencana untuk memulai berjualan bakso, setelah anda hitung dengan cermat, ternyata modal yang anda butuhkan untuk membuka satu gerai bakso beserta seluruh perlengkapannya sebesar 10 juta.

Sayangnya, anda hanya memiliki dana sebesar 2,5 juta saja (25% total modal).

Lalu teman anda, yang kebetulan berencana untuk mulai berjualan bakso juga menawarkan untuk menjadi partner, dan dia bersedia untuk menambah 7,5 juta (75%) sebagai tambahan modal.

Agar perjanjian ini legal dan untuk menghindari kecurangan atau hal negatif lainnya, teman anda menyarankan untuk membuat suatu pernyataan diatas selembar kertas bermaterai.

Setelah berjalan satu bulan, usaha bakso ini menghasilkan keuntungan 1 juta per bulannya, maka keuntungan ini harus dibagi secara adil sesuai besaran modal yang disetor sebelumnya.

Dari laba 1 juta rupiah, Anda mendapatkan 250 ribu (25%) dan teman anda memperoleh sebesar 750 ribu (75%) sesuai persentase kepemilikan. Begitu juga jika usaha anda rugi, maka kerugiannya harus ditanggung bersama sesuai presentase kepemilikannya.

Oleh karena itu, singkatnya saham dapat anda analogikan sebagai surat perjanjian yang anda buat dengan rekan anda. Tiap lembarnya memiliki nilai sesuai kesepakatan pemilik perusahaannya.

Definisi resminya,

Saham adalah surat berharga yang menyatakan kepemilikan sebuah perusahaan

Perusahaan disini bisa perusahaan tertutup atau perusahaan publik/terbuka.

Perbedaannya, perusahaan terbuka/publik sahamnnya bisa dibeli masyarakat umum dan wajib melaporkan keuangannya yang diaudit beserta kegiatan perusahaannya kepada publik.  

Istilah-Istilah Dalam Saham

Jika perusahaan anda adalah perusahaan terbuka dan listing di bursa saham, maka perusahaan bakso anda disebut juga dengan istilah emiten.

Selanjutnya ada juga istilah capital gain dan deviden. Kita kembali lagi ke bisnis bakso anda tadi untuk menjelaskannya.

Setelah menghasilkan keuntungan sebesar 1 juta per bulannya, anda dan teman anda ternyata sepakat untuk membesarkan usaha bisnis bakso ini. Dari keuntungan 1 juta, anda dan teman menggunakan keuntungan sebesar 800 ribu sebagai tambahan modal untuk membeli bahan baku. Uang sebesar 200 ribu sisanya dibagikan kepada pemilik.

Sehingga, anda mendapatkan 25%nya dari 200 ribu yakni sebesar 50 ribu dan sisanya sebesar 150 ribu untuk teman anda.

Uang sebesar 200 ribu yang berasal dari keuntungan yang dibagikan ke pemilik perusahaan disebut deviden. Sedangkan, laba sebesar 800 ribu yang digunakan sebagai tambahan modal disebut retain earning atau laba ditahan.

Deviden adalah laba yang dibagikan kepada pemegang saham sesuai presentase kepemilikannya.”

Retain earning adalah laba yang ditahan oleh perusahaan dan digunakan kembali untuk mengembangkan usaha perusahaan.”

Setelah 1 tahun, ternyata usaha anda semakin berkembang, dan perusahaan berhasil menambah satu gerai baru yang dananya diperoleh dari laba yang ditahan perusahaan.

Sehingga sekarang total ada 2 gerai dan menghasilkan keuntungan 2 juta rupiah perbulan.

Capital Gain dan Reccuring Income

Namun, tiba-tiba datang seseorang yang sebagai contoh, sebut saja namanya Budi. Ia tertarik untuk membeli usaha bakso anda dan menawar sebesar 20 juta rupiah sesuai biaya untuk membuka 2 gerai.

Meskipun anda dan teman hanya mengeluarkan dana sebesar 10 juta pada saat memulai bisnis ini, tapi apakah anda dan teman anda tertarik dengan tawaran 20 juta ini?

Seharusnya tidak, karena anda dan teman sudah berhasil mendapatkan keuntungan berulang tiap bulannya (reccuring income), dan uang sebesar 20 juta tadi seharusnya bisa kembali dalam 10 bulan kedepan (20 juta dibagi 2 juta/bulan). Dan setalahnya ? Anda bisa terus mendapatkan uang tanpa harus menambahkan modal dari kantong anda lagi.

Reccuring income adalah pendapatan berulang yang diperoleh perusahaan secara reguler, bisa berasal dari penjualan barang, pendapatan sewa dan lainnya.”

Tapi bagaimana jika Budi menawar sebesar 200 juta ? Mungkin anda dan teman anda langsung mengiyakannya. Nah keuntungan dari penjualan ini disebut capital gain.

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari penjualan bisnis atau saham yang besarannya didapat dari selisih nilai jual dan modal pembeliannya.”

Jadi, besaran capital gain yang diperoleh sebesar 20 kali (200 juta / 10 juta modal awal).

Berdasarkan penjelasan diatas, sampai disini seharusnya anda sudah paham mengenai istilah: Saham, Emiten, Deviden, Retain Earning, Capital Gain dan Reccuring Income.

BAB SELANJUTNYA KLIK DISINI

1 thought on “Apa Itu Saham?”

  1. Pingback: Perbedaan Saham, Reksadana, Obligasi, Forex dan Paper Aset lainnya - StockPapers

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *