Cara Sederhana Membedah Laporan Keuangan Perusahaan (Bagian 3)

Kenapa kita harus mengerti laporan cashflow suatu perusahaan ? Bukannya mengetahui keuntungan dan kekayaan perusahaan saja sudah cukup ?

Untuk menjawab hal itu, tiga kasus ini mungkin akan menjelaskan betapa pentingnya mengerti cashflow.

Kasus 1 Piutang Yang Terlalu Tinggi

Pernahkah Anda mendengar perusahaan yang menghasilkan net profit yang lebih besar dari beban hutang yang harus dibayar, namun perusahaan tersebut malahan mengalami kebangkrutan ?

Sudah banyak kasus seperti ini. Bahkan diperusahaan yang sudah besar.

Kemungkinan besar karena perusahaan tidak memiliki uang kas yang cukup untuk membayar hutang-hutangnya.

Tapi bukannya perusahaan mengalami keuntungan ?

Memang benar, namun seringkali pelanggan perusahaan tidak membayar pembelian barang secara langsung dan tunai.

Banyak dari mereka yang membayarnya belakangan, atau dengan kata lain mereka berhutang keperusahaan.

Nah jika perusahaan tidak cermat mengelola piutangnya maka akan sangat rentan perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan akibat kekurangan uang kas.

Kekurangan uang kas ini menyebabkan perusahaan tidak mampu lagi melakukan pembelian bahan baku untuk melanjutkan produksi atau bahkan ada yang sampai tidak mampu membayar bunga bank dan hutang-hutang mereka.

Jangan lupakan bahwa perusahaan tetap harus membayar hutang bank menggunakan uang kas, tidak bisa pakai persediaan/inventory, meskipun nilai realnya lebih tinggi.

Kasus 2 Ekspansi Perusahaan Yang Terlalu Masif

Sekarang kasusnya berbeda, para pelanggan sudah membayar pembeliannya secara tepat waktu, usahanya semakin berkembang serta produk-produk perusahaan semakin diminati.

Akan tetapi perusahaan tetap mengalami kebangkrutan. Kenapa ?

Selengkapnya : BACA DISINI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *