Transformasi Industri Transportasi: Saham Blue Bird (BIRD)

Kali ini penulis akan membahas sebuah perusahaan di bidang transportasi darat. Namanya kini justru tersamarkan semenjak kehadiran ojek online. Ya, kali ini penulis akan membahas perusahaan transportasi darat dengan armada taksi terbesar di Indonesia: Blue Bird (BIRD).

Seiring berkembangnya industri ojek online dengan segala fiturnya, armada taksi nampaknya terasa asing bagi masyarakat. Padahal sebelum adanya ojek online, armada taksi menjadi andalan transportasi untuk masyarakat. Nah, dengan datangnya pandemi COVID-19, bagaimanakah kondisi BIRD? Apakah perusahaannya layak untuk investasi? Apakah masih ada harapan untuk Blue Bird?

blue bird group

Sekilas Perusahaan

PT. Blue Bird Tbk. (kode emiten: BIRD) sudah menjalankan operasinya sejak Maret 2001. Blue Bird merupakan perusahaan pelopor dalam jasa transportasi darat (taksi) dengan armada taksi terbesar di Indonesia. Hingga tahun 2019 tercatat perusahaan memiliki lebih dari 20.000 armada taksi reguler dan 800 lebih taksi eksekutif yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, perusahaan juga bergerak di penyewaan mobil dan bus. Tercatat di tahun 2019 perusahaan memiliki lebih dari 6.500 armada limosin dan mobil sewa, serta 600 unit bus.

Saat ini perusahaan sedang berusaha untuk bergerak lebih dinamis dan dapat beradaptasi dengan segala kondisi yang ada. Hal ini dapat Anda lihat dari rebranding logo perusahaan yang telah dilakukan sejak 2018.  Perusahaan juga menjalankan banyak kerja sama strategis, terutama kerja sama dengan Kementrian Pariwisata RI dengan mendukung program Wonderful Indonesia. Saat inipun perusahaan juga mengembangkan aplikasi mobilenya My Bluebird. Tidak hanya itu, perusahaan juga memperbaharui armadanya dengan tambahan beberapa mobil listrik dan GPS untuk setiap armadanya.

armada bird per 2019

Kepemilikan Saham

Saat ini saham BIRD sudah beredar sebanyak 2,5 miliar lembar saham. Dari sekian lembar saham BIRD, mayoritasnya dimiliki oleh PT. Pusaka Citra Djokosoetono dengan persentase kepemilikan 31,52%. Adapun masyarakat memiliki 28,46% dari total saham BIRD yang beredar. Adapun sisanya dimiliki oleh jajaran direksi dan komisaris perusahaan.

Sebagai trivia, Gojek juga memiliki saham BIRD. Gojek mengakuisisi 108,21 lembar saham BIRD dengan total nilai akuisisi 416,73 miliar Rupiah. Ini membuat Gojek menjadi pemilik minoritas saham BIRD dengan porsi kepemilikan 4,39%.

kepemilikan saham bird

Selengkapnya: BACA DI SINI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *