Menderita Kerugian, Saham KBLI (KMI Wire & Cable) Layak Dibeli?

Era informasi dan teknologi seperti sekarang ini membutuhkan akses jaringan internet yang dapat diandalkan. Sayangnya pengembangan teknologi juga tidak akan berkembang jika sektor energi listrik dan penyaluran listrik terhambat. Sektor energilah yang sebenarnya mengambil peran yang cukup besar dalam menopang kehidupan masyarakat modern ini. Sektor energi listrik didukung oleh beberapa sektor lainnya, terutama industri perkabelan. Industri kabel saat ini menjadi menggeliat berkat program pemerintah yang mencanangkan adanya 35000 MW pembangkit untuk dialirkan listriknya ke seluruh Indonesia. Kali ini kami akan membahas emiten saham di industri perkabelan, yaitu PT. KMI Wire & Cable Tbk. (kode emiten: KBLI). Saham KBLI ini terlihat menarik karena fundamentalnya yang cukup baik.

Kabel listrik KBLI

PT. KMI Wire & Cable Tbk. (kode emiten: KBLI) merupakan perusahaan yang bergerak di industri perkabelan, terutama di kabel listrik. Berdiri pada tahun 1972 dengan nama awal PT Kabelmetal Indonesia, KMI secara konsisten memproduksi kebutuhan kabel listrik untuk lokal dan ekspor. KMI memproduksi segala jenis kabel listrik mulai dari kabel bertegangan rendah hingga kabel bertegangan tinggi. KMI juga memproduksi kabel listrik untuk kebutuhan khusus, seperti kabel untuk instrumentasi dan penangkal petir. 

Masyarakat menjadi pemegang saham terbesar di KMI dengan persentase hingga 50,17 persen dari total saham yang beredar. Denham Pte. Ltd. memiliki saham KMI dengan persentase 49,83 persen dari total saham KBLI yang beredar.

Jumlah pemegang saham KBLI

Neraca Perusahaan

PT. KMI Wire & Cable Indonesia, Tbk. (KBLI) mencatatkan nilai aset sebesar 2,98 triliun rupiah dengan komposisi ekuitas dan liabilitas masing-masing sebesar 2,27 trilun dan 704 miliar rupiah per Juli 2020. Dibandingkan periode Desember 2019, nilai asetnya menurun sebesar 16 persen, diikuti penurunan ekuitas sebesar 4,45 persen dan liabilts sebesar 40 persen.

Jika dilihat pada periode tahun 2010 hingga 2019, perusahaan berhasil secara konsisten meningkatkan aset dan ekuitasnya. Aset dan ekuitas perusahaan pada rentang waktu 2010-2019 bertumbuh dengan nilai CAGR masing-maing sebesar 21,98 persen dan 26,31 persen. Penurunan aset pada periode ini diakibatkan oleh penerimaan piutang oleh pihak ketiga sebesar 169 miliar rupiah, sekitar hampir 50 persen dari total piutang pada periode Desember 2019. Kas yang didapat dari piutang yang dibayarkan ini digunakan salah satunya untuk membayar utang bank jangka pendek sebesar 109 miliar rupiah. Hal ini menyebabkan liabilitas jangka pendek perusahaan turun, selain biaya beban operasional perusahaan yang juga turun karena pemberhentian sebagian kegiatan operasional selama pandemi (terutama proyek kabel listrik tegangan tinggi).

Piutang KBLI
Liabilitas jangka pendek KBLI
Biaya Akrual KBLI

Penurunan aset perusahaan tidak membuat komposisi keuangan perusahaan menjadi tidak aman. Perusahaan masih memiliki komposisi keuangan yang sehat dilihat dari rasio antara liabilitas dengan ekuitas (DER) sebesar 32,8 persen. Perusahaan juga tidak memiliki masalah dalam membayar liabilitas jangka pendeknya terlihat dari Current Ratio dan Quick Ratio masing-masing sebesar 4,8 kali dan 3,12 kali.

Neraca Keuangan KMI Wire & Cable

Pendapatan Tahun 2020

Laporan kuartal II perusahaan tahun 2020 menyebutkan bahwa perusahaan membukukan pendapatan sebesar 902 miliar rupiah. Nilai pendapatan ini turun sebesar 51,8 persen dibandingkan pencapaian pada periode yang sama di tahun 2019. Penurunan pendapatan ini menyebabkan perusahaan merugi pada periode ini. Kerugian bersih perusahaan tercatat sebesar 89,7 miliar rupiah. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi pandemi yang mengharuskan perusahaan untuk menghentikan sebagian kegiatan operasionalnya sehingga produksi kabel jauh berkurang.

Hal ini sungguh disayangkan mengingat kinerja KBLI secara historis dapat dibilang cemerlang. Anda dapat melihat pada grafik di bawah bahwa pendapatan dan laba bersih KBLI pada periode 2010 hingga 2019 cukup konsisten kenaikannya. Pendapatan perusahaan bertumbuh dengan CAGR 15,5 persen dan laba bersih bertumbuh dengan CAGR 26,3 persen. Kenaikan pendapatan terutama pada periode 4 tahun terakhir diakibatkan program pemerintah untuk menggalakkan pemenuhan kuota pembangkit listrik 35.000 MW sehingga produksi kabel terus digenjot untuk mendukung program ini.

Rasio pengembalian dari KBLI terbilang baik dengan rata-rata rasio pengembalian aset (ROA) dan ekuitas (ROE) masing-masing sebesar 9,11 persen dan 14,07 persen. Rasio ini adalah rasio historis dari tahun 2010 hingga 2019.

Pendapatan KMI Wire & Cable
Laba bersih KMI Wire& Cable
Rasio pengembalian KMI

Aliran Kas Perusahaan

Kondisi penghentian sebagian kegiatan operasi selama pandemi mengakibatkan perusahaan berfokus untuk menjaga arus kas perusahaan tetap sehat. Hal ini dapat dilihat dari arus kas operasi perusahaan yang positif pada kuartal II 2020. Jika dilirik kembali pada laporan aliran kas operasi, kas operasi yang positif ini disebabkan oleh naiknya kas yang dihasilkan operasi dan turunnya pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan. Penurunan pembayaran kas ini bisa terlihat dari laporan permintaan dampak lanjutan terkait pandemi yang menyatakan bahwa perusahaan telah merumahkan 318 karyawannya.

Kas yang didapat dari penerimaan piutang tadi juga digunakan untuk diinvestasikan pada deposito sebesar 109 miliar rupiah. Anda dapat melihat korelasinya pada aliran kas investasi dan bagian aset lancar. Sedangkan pembayaran utang bank jangka pendek dapat anda lihat korelasinya pada aliran kas pendanaan dan liabilitas jangka pendek.

Aliran kas investasi saham KBLI
Aset deposito KBLI
Aliran kas pendanaan KBLI
Aliran kas saham KBLI

Informasi Segmen

PT. KMI Wire & Cable, Tbk (KBLI) memproduksi berbagai jenis kabel listrik sesuai kebutuhan. Kabel listrik yang diproduksi meliputi kabel listrik untuk tegangan rendah, kabel dan konduktor listrik tegangan menengah dan tinggi, dan kabel untuk kebutuhan khusus seperti untuk instrumentasi dan penangkal petir. Sektor kabel listrik menyumbang 60 persen (539 miliar Rupiah) dari total pendapatan KBLI untuk kuartal II tahun 2020. Kabel listrik tegangan rendah memang akan lebih banyak penjualannya dikarenakan level tegangan rendah ini merupakan level tegangan yang ditujukan dari gardu langsung ke pelanggan.

Informasi segmen saham KBLI

Penurunan penjualan secara signifikan terjadi pada sektor kabel listrik tegangan rendah. Pada kuartal II tahun 2019, KBLI membukukan penjualan kabel listrik tegangan menengah sebesar 1,37 trilun rupiah. Dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya, sektor ini mengalami penurunan hingga 60 persen.

Pasar domestik masih menyumbang pendapatan terbesar KBLI dengan kontribusi hampir 95 persen berbanding 5 persen dengan pasar ekspor. Penjualan ekspor KBLI terfokus pada penjualan di daerah Asia Pasifik. Pelanggan lokal non-pemerintah berkontribusi sekitar 87,8 persen dari pendapatan sektor lokal KBLI.

Informasi geografis saham KMI Wire & Cable

Valuasi Perusahaan

Per artikel ini ditulis, saham PT. KMI Wire & Cable, Tbk (KBLI) berada pada harga Rp 370 per lembar saham. Turunnya harga saham KBLI bisa jadi dipengaruhi oleh kinerja kuartal II tahun ini yang merugi seperti kita bahas sebelumnya. Harga ini menunjukkan nilai PBV di 0,69x. Dengan melihat nilai rata-rata PBV dari tahun 2010 hingga 2019 sebesar 0,78x, kita bisa lihat bahwa saham KBLI termasuk pada kondisi undervalue.

KBLI memiliki brand yang cukup kuat sebagai produsen kabel listrik mengingat market capital KBLI kedua terbesar di Indonesia di bawah SCCO (dalam bidang industri yang sama). Dengan dibukanya kegiatan new normal diharapkan KBLI dapat mengembalikan posisinya menjadi memperoleh laba dan memperbaiki kinerjanya.

Valuasi saham KBLI

Kesimpulan

PT. KMI Wire & Cable, Tbk. (KBLI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkabelan dengan produksinya meliputi kabel listrik dengan berbagai variasi tegangan.  Perusahaan memiliki kondisi fundamental yang baik dengan hutang yang rendah dibandingkan aset dan ekuitasnya. Walaupun perusahaan mencatatkan kerugian pada kuartal II tahun 2020 ini, perusahaan masih bisa mencatatkan arus kas operasi yang positif. Secara historis dalam kurun waktu 2010 hingga 2019 perusahaan mencatatkan penghasilan dan laba bersih yang bertumbuh. Dengan kondisi yang demikian, kami yakin perusahaan masih dapat bertahan di tengah pandemi.

Valuasi saham KBLI terbilang undervalue. Hanya saja, saham KBLI menjadi terlihat kurang menarik karena kerugian yang tercatat pada laporan keuangan periode ini. Salah satu penyebab kerugian ini adalah pemberhentian sementara kegiatan operasional perusahaan akibat wabah pandemi COVID-19. Tentu diharapkan dengan kondisi new normal yang sudah berjalan, perusahaan akan mampu membalikkan kondisinya sehingga kembali memperoleh laba.

KBLI baru saja menerbitkan materi public expose pada 13 Agustus 2020 lalu. Rencana KBLI selanjutnya akan melakukan inovasi produk, pengembangan produk unggulannya, dan memperluas pasar ekspor kabel.

Sumber:

Laporan Tahunan KBLI 2019

Laporan Keuangan KBLI Kuartal  II 2020

Public Expose KBLI 2020

Informasi atau Fakta Material Dampak Pandemik COVID-19 KBLI Juli 2020

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *