Surya Toto Indonesia (TOTO), Market Leader Dari Industri Sanitasi

Kebutuhan akan sanitasi yang bersih merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Anda tentunya selalu menemukan kamar mandi dengan alat-alat sanitasinya di perkantoran, perumahan, apartemen, mall, apapun itu.  Adanya permintaan akan peralatan sanitasi ini menyebabkan adanya perusahaan yang bergerak pada pemasukan barang-barang sanitary. PT. Surya Toto Indonesia, Tbk. (kode saham: TOTO) menjadi salah satu perusahaan tersebut, dan kami tertarik untuk membahasnya terkait fundamentalnya yang ciamik dan valuasinya yang cukup menggiurkan.

TOTO Indonesia sebagai produk sanitary

Sekilas Tentang TOTO

PT. Surya Toto Indonesia, Tbk. (kode emiten TOTO) merupakan perusahaan yang utamanya bergerak di bidang sanitary. Perusahaan awalnya berdiri sebagai sebuah CV yang menjual material-material bangunan hingga akhirnya menjalin joint venture dengan TOTO, Ltd. Jepang sehingga perusahaan mengubah namanya pada tahun 1977. Perusahaan menjadi agen penjualan resmi TOTO, Ltd. hingga TOTO menjadi brand yang kuat di bidang sanitary hingga sekarang.

TOTO sebagai brand yang kuat dapat anda amati dari banyaknya kloset, wastafel, dan peralatan sanitary lainnya yang anda temui di setiap toilet yang anda masuki. Selain peralatan sanitary, perusahaan juga menjalankan lini produksi peralatan fitting (kran, shower), kitchen system, dan beberapa asesoris di toilet (penyangga tisu, penyangga sabun, tempat penggantungan handuk).

Namun perlu diingat bahwa pihak TOTO tidak menjalankan lini bisnis distribusi dan penjualan langsung kepada costumer lokalnya, pihak TOTO menyerahkan kepada perusahaan PT. Surya Pertiwi Tbk. (SPTO) sebagai distributor utamanya. Namun untuk distribusi ekspornya masih dipegang langsung oleh TOTO.

Sampai saat ini TOTO, Ltd. masih menjadi pemegang saham mayoritas TOTO dengan persentase 37,90 persen. Masyarakat mendapatkan porsi pemegang saham TOTO dengan persentase hanya 7,64 persen. Hal ini menjadikan saham TOTO kurang likuid di pasar bursa.

Pemegang saham TOTO
Sumber: Laporan Tahunan TOTO 2019

Neraca Perusahaan

Dalam materi public expose TOTO yang diadakan 3 Agustus 2020, perusahaan memiliki keyakinan kuat dapat melewati krisis selama pandemi ini. Keyakinan perusahaan sangat beralasan jika melirik ke neraca keuangan perusahaan dengan saksama. Per tahun 2019 perusahaan mencatatkan aset sebesar 2,92 triliun Rupiah.

Komposisi aset terdiri dari liabilitas sebesar 994 miliar Rupiah dan ekuitas sebesar 1,92 triliun Rupiah. Komposisi ini membuat perusahaan memiliki rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) sebesar 0,52 kali. Rasio hutang yang rendah menandakan perusahaan memiliki fundamental yang kuat.

Perusahaan juga tidak memiliki masalah untuk membayar hutang jangka pendeknya. Ini tercermin dari Current Ratio dan Quick Ratio masing-masing sebesar 3,66 kali dan 2,07 kali. Aset perusahaan pun juga bertumbuh secara historisnya dengan pertumbuhan sebesar 11,54 persen pertahun dalam rentang waktu 2010 hingga 2019.

Neraca keuangan Surya Toto Indonesia

Pendapatan Kuartal I Tahun 2020

Perusahaan mencatatkan pendapatan pada kuartal I tahun 2020 di angka 483 miliar Rupiah. Nilai ini turun jika dibandingkan pendapatan pada periode yang sama di tahun sebelumnya senilai 548 miliar Rupiah. Penurunan pada kuartal I salah satunya disebabkan karena lesunya industri properti yang terlihat dari stagnannya pendapatan perusahaan pada periode 2015-2019.

Bahkan pada tahun lalupun pendapatan perusahaan turun 7,8 persen dibandingkan tahun 2018. Namun jika dilihat dari 2010 hingga 2019, perusahaan sudah berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dengan pertumbuhan sebesar 6,97 persen per tahun.

Laba bersih untuk kuartal I tahun 2020 TOTO sebesar 57,8 miliar Rupiah, meningkat 39 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 47 miliar Rupiah. Kenaikan laba bersih ini lebih disebabkan dari keuntungan selisih kurs. Laba bersih perusahaan yang naik turun dalam periode 2015 hingga 2019 sebenarnya mengikuti pergerakan nilai pendapatan pada periode yang sama.

Pendapatan Surya Toto Indonesia
Laba bersih TOTO

Perusahaan baru akan menerbitkan laporan keuangan kuartal II setidaknya pada 31 Agustus 2020 dikarenakan adanya perubahan kantor akuntan publik. Dari laporan penyampaian dampak pandemi COVID-19 oleh TOTO periode Agustus 2020 didapat gambaran bahwa pada kuartal II perusahaan mengalami penurunan penjualan sebesar 25 hingga 50 persen dan penurunan laba bersih lebih dari 75 persen.

Imbas ini adalah akibat dari kegiatan proses produksi di pabrik saniter, fitting dan kitchen yang turun 50 persen. Dengan kondisi yang cukup parah ini, perusahaan sedang berfokus untuk mengkaji ulang rencana capex, menjaga aliran kas perusahaan, dan berusaha menegosiasi harga pembelian bahan baku.

Aliran Kas Perusahaan

Perusahaan secara konsisten menghasilkan aliran kas operasi yang positif dalam 10 tahun terakhir. Bahkan untuk kuartal I tahun 2020 saja perusahaan masih membukukan aliran kas operasi sebesar 84 miliar Rupiah. Jika anda cermati kembali, pada periode 10 tahun terakhir perusahaan juga cukup konsisten menghasilkan free cashflow (kecuali rentang tahun 2014 hingga 2016). Hal ini menandakan perusahaan sangat menjaga aliran kasnya.

Aliran kas perusahaan

Profitabilitas

Per kuartal I tahun 2020 perusahaan mencatatkan rasio Gross Profit Margin (GPM) dan Net Profit Margin (NPM) sebesar 20,33 persen dan 11,83 persen. Rasio ini memang secara konsisten dipertahankan oleh perusahaan di mana pada sepuluh tahun terakhir perusahaan menjaga rasio GPM lebih dari 15 persen dan NPM lebih dari 8 persen.

Memang cukup disayangkan bahwa perusahaan mencatatkan rasio pengembalian ROA dan ROE dengan tren yang menurun. Pada tahun 2019 saja perusahaan mencatatkan ROA dan ROE masing-masing sebesar 4,82 persen dan 7,31 persen. Hal ini dapat dipahami mengingat industri properti sedang mengalami tren penurunan. Namun sebenarnya perusahaan memiliki rasio ROA dan ROE yang baik secara historis dengan rata-rata ROA dan ROE dalam 10 tahun terakhir masing-masing sebesar 12,25 persen dan 20,43 persen.

ROE dan ROA

Valuasi Saham TOTO

Per artikel ini ditulis saham TOTO berada pada harga 220 rupiah per lembar saham. Harga ini berada pada valuasi PER dan PBV masing-masing sebesar 9,82x dan 1,15x. Harga ini kami rasa menjadi harga wajar untuk saham yang memiliki fundamental yang cukup baik. Anda bisa melihat pada 2010 hingga 2017 harga saham TOTO bisa dibilang mahal dengan nilai PBV nya selalu diatas 2x.

Harga ini bisa jadi turun mengingat perusahaan belum mengeluarkan laporan keuangan kuartal II tahun 2020. Walaupun demikian, dengan fundamental keuangan perusahaan yang baik dan komitmen untuk menjaga aliran kasnya selama pandemi membuat saham TOTO menjadi layak dipertimbangkan.

hISTORIS VALUASI SAHAM TOTO

Kesimpulan

PT. Surya Toto Indonesia, Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi peralatan-peralatan sanitary, fitting, asesoris dapur, dan asesoris rumah lainnya. Namun perusahaan tidak berperan langsung dalam distribusi dan penjualan produk secara ritel kepada pelanggan. Pihak TOTO menunjuk pihak ketiga yakni PT. Surya Pertiwi (SPTO) sebagai distributor tunggal.

Perusahaan secara konsisten menumbuhkan asetnya dengan menjaga komposisi liabilitas dan ekuitas sehingga fundamental perusahaan tetap baik. Walaupun pendapatan perusahaan mengalami stagnansi dalam 5 tahun terakhir akibat lesunya industri properti, perusahaan masih dapat membukukan arus kas operasi yang positif.

Harga saham TOTO saat ini dengan valuasi yang sekarang menjadikannya harga yang wajar untuk saham dengan fundamental yang baik. Namun alangkah baiknya ditunggu dahulu mengingat laporan keuangan kuartal II tahun 2020 TOTO baru keluar setidaknya pada 31 Agustus 2020.

Sumber:

Laporan Tahunan TOTO 2019

Laporan Keuangan TOTO Kuartal I 2020

Mater Public Expose TOTO 2020

Permintaan Penjelasan Terkait Dampak Pandemik COVID-19 Periode Agustus 2020 – TOTO

Stockbit.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *